Startup Dilemma

jangan biarkan startup mati muda

Memang menjadi pertanyaan, ketika PHK sedang banyak terjadi di perusahaan-perusahaan nasional, banyak anak muda yang berbondong bergabung, atau mendirikan usaha rintisan. Menurut saya dorongan terjun ke startup lebih besar dari sekedar pekerjaan & uang. Ada idealisme yang diperjuangkan. Ada kesempatan berkembang yang ingin diraih.
Menarik untuk kita bahas. Usaha rintisan memang selalu ditanya: persoalan publik apa yg bantu dipecahkan, kontribusi mendasar apa yang bisa dilakukan dengan cara membuat ‘retakan’ di dalam bisnis? Kadang alasan-alasan itu yang membuat startupers bertahan, bukan uang dan stabilitas pendapatan. Energi perubahan, inovasi & kreasi memang ada di anak muda. Itu sebab pelaku usaha rintisan rata-rata belia.
Saya sempat bikin bahan berjudul “Startup Dilemma” utk dibagikan ke beberapa rekan yang sedang semangat berusaha. Ini yang akan coba saya urai di bagian tulisan berikutnya.

Persepsi salah yang sering muncul adalah dikiranya #startup adalah = bikin aplikasi. Selesai meluncurkan aplikasi, tugas dianggap selesai. Orientasi startup adalah impact (social, business, etc), berarti perlu diukur pencapaian-pencapaiannya. Membuat dan meluncurkan aplikasi adalah opsional, dan baru sebagian kecil dari langkah membuat publik menggunakan solusi yang kita tawarkan. “Use of the internet doesn’t make the startup business becomes easier to develop”. Konon begitu & saya setuju.

Masalah startup yang ke-1 : organisasi. Termasuk diantaranya legalitas usaha. Komposisi founders (para pendiri) juga menentukan, kaitannya dengan 2 hal : skill & reputasi. Skill sebisa mungkin beragam agar bisa saling mengisi. Sedangkan reputasi founders penting karena yang orang percaya dari sebuah usaha rintisan adalah reputasi para pendirinya. Usaha rintisan pada tahap ini belum dikenal, belum dipercaya, belum menghasilkan apa-apa. Jadi tidak ada yang bisa ‘dijual’ selain core resources-nya, yaitu manusia pendirinya atau anggota timnya. Jika founders seluruhnya pemula, belum berpengalaman dan aksesnya tak luas, rekrutlah advisor atau mentor yang bisa mengakselerasi startup. Selain seputar masalah startup di bidang organisasi yang tak boleh dilakukan adalah masalah operasional, menyangkut keuangan, tugas & tanggung jawab personil, culture & values.

Masalah startup yang ke-2 : akses & ruang untuk tumbuh. Area ini menyangkut riset yang memadai, akses modal, Public Relations/ media dan mentor. Penyebab utama startup yang saya sebut sebelumnya adalah masalah general rintisan di Indonesia, yaitu jejaring.

Masalah startup ke-3 : tidak bersedia di-scale up & tidak berorientasi jangka panjang. Tidak menjadikan sustainability & accessing global market sebagai tujuannya. Kata Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI), DR Tito Sulistio – saya pernah beberapa kali berbincang intensif tentang ekosistem digital Indonesia  – secara singkat, masalah startup Indonesia ada pada (1) aspek legal, (2) manajemen keuangan dan (3) cita-cita (visi).

Itulah yang menyebabkan meski semangat & iklim startup lagi ‘hot’ – sedikit sekali startup Indonesia yang going global. Tapi thn ini saya dengar ada 6 (atau 11) startup Indonesia yang ke final Startup Istanbul – selamat! Pada tahun 2014 saya hadir di Startup Istanbul & amazed, atmosfir yang dibangun, roadmap yang dibangun ETOHUM & visi Burak Buyukdemir si pendirinya, kita harus manfaatkan itu.

Tahun 2015 saya hadir di Startup Istanbul sebagai Ambassador utk Indonesia. Alhamdulillah jadi saksi iGrow jadi runner-up. Best! Tentang hasil Startup Istanbul 2015, saya nulis khusus tentang menangnya ide dan kuatnya eksekusi disini.  Kita berharap lebih banyak startup Indonesia yang berkompetisi di luar, menghadapi tantangan ide, pelaku, juri & investor global. Ekosistem besar pengaruhnya. Rintisan Indonesia perlu melihat bagaimana startup global berpikir, bercita-cita, mengeksekusi rencana. Saya tak hadir di Startup Istanbul 2016, karena Februari lalu, saya mewakili Qoloni di final Startup Turkey di Antalya.

Tentang Qoloni saya akan bagi di lain waktu. Sebetulnya belum layak  cerita banyak, namanya juga rintisan ;) Begitu juga seputar startup. Jika ada hal baru atau relevan untuk dibagikan, saya akan coba tuliskan.

*) tulisan dicopy & diolah dari kultwit di akun @endykurniawan

Follow juga @endykurniawan di Twitter, Path, Instagram, LinkedIn, Pinterest dan Facebook

Start the conversation