shutterstock_92562316

jangan dengar media

Dulu selebtwit atau selebgram, atau politikus populer di media sosial, akan posting “Saya akan tampil di TV jam 19.00 dalam sebuah acara talkshow, nonton ya” di akun sosialnya. Pengumuman ini memosisikan media sosial sebagai supporting channel untuk aktivitas di media utama seperti tv atau media online. Harapannya, ‘pengumuman’ ini menarik perhatian yang tinggi saat acara di tv berlangsung.

Read More

img_5015

understanding customer’s journey

Ini bagian ke-2 dari tulisan sebelumnya yang berjudul millenials-flipfunneling-mobile-strategy – sebuah materi yang waktu itu saya bagikan di acara Google Business Group Chapter Jakarta. Berbulan setelahnya saya bagikan kembali di acara ‘Digital Lifestyle Gathering’ pemimpin operator telco Indonesia, Telkomsel. Bedanya, penekanan saat berbagi di GBG adalah untuk para startupers sementara Kamis lalu (15/12/16) lebih untuk para strategic level para digital players dan content providers.

Read More

Qoloni Crowdfunding alternatif hijaukan bumi

aksi QOLONI untuk hijaukan bumi diluncurkan di acara PBB Maroko

[MEDIANEWS] Secara membanggakan, QOLONI diperkenalkan kepada publik dunia oleh panelis di panggung acara yang berjudul “Implementing The Islamic Climate Change Declaration” Kamis 10 November 2016, sore waktu Maroko. DR Fachrudin Mangunjaya selaku Vice Chairman PPI UNAS, sebagai panelis bersama 4 akademisi, tokoh agama dan praktisi dari Indonesia, Maroko dan Amerika Serikat memperkenalkan inisiatif Indonesia berupa crowdfunding untuk program hijaukan masjid dan hijaukan pesantren.

Read More

Foto bersama DR Fachrudin Mangunjaya dari PPI UNAS usai meluncurkan inisiatif Indonesia di ajang COP22

janji aksi untuk bumi

Dunia mengingat Maroko melalui kisah heroik Thoriq bin Ziyad yang membawa Islam pertama kali memasuki Eropa dari Afrika. Sejak itu Islam tak bisa dibendung lagi menerangi Gibraltar, Granada bahkan mendirikan pusat kekhalifahan di Spanyol. Thariq sang jendral dari dinasti Umayyah memimpin penaklukan muslim atas wilayah Andalusia (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M. Pada musim panas tahun itu, sang jendral berangkat menuju Andalusia. Pada tanggal 29 April 711, pasukan Thariq mendarat di Gibraltar, di sisi Spanyol, yang saat ini menjadi koloni Inggris.

Read More

Qoloni crowdfunding CSR

program CSR bukan sekedar gugur kewajiban, cobalah QOLONI

Perhatian perusahaan terhadap masalah sosial dan bantuan untuk menyelesaikannya tidak bisa dikatakan sebagai sekedar pilihan, melainkan wajib. Ada alokasi dana sosial yang harus disisihkan dari keuntungan perusahaan berupa CSR (Corporate Social Responsibility). Peruntukan dana CSR ini biasanya untuk pembinaan lingkungan, baik berupa bantuan kesehatan, pendidikan, pengembangan ekonomi dan pemberdayaan.

Read More

crowdfunding qoloni

crowdfunding makin populer, apa sebabnya?

Seiring makin meningkatnya kecepatan akses internet dan makin tergantungnya masyarakat dengan mobile device, cara masyarakat ikut dalam aktivitas sosial juga makin ‘techy’. Smartphone pada mulanya lebih berfungsi alat bantu komunikasi semata, saat ini telah berubah menjadi alat bantu aktivitas manusia keseluruhan. Mulai mencari informasi hingga transaksi. Mulai rute berkendara, berbagi tontonan dan bacaan, hingga berdonasi. Bahkan smartphone saat ini telah menjadi konsultan gizi yang menakar jenis dan jumlah makanan agar diet penggunanya berjalan baik.

Read More

Crowdfuding QOLONI

branchless banking & crowd(ed)funding

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang sibuk menata aturan tentang Fintech (financial technology). Istilah Fintech, industri yang terdiri dari perusahaan yang menggunakan teknologi untuk membuat layanan keuangan yang lebih efisien, makin tak asing di lingkungan industri digital dan startup di Indonesia. Karena makin marak, sebelum akhir tahun, OJK berjanji akan menyelesaikan aturan ini. Fokusnya adalah pada keamanan data dan dana demi perlindungan konsumen. Antisipasi aturan ini sebuah langkah maju untuk Indonesia, mengingat sebelumnya pemerintah sering lambat merespon tren teknologi, ambil contoh taksi berbasis daring yang sempat menimbulkan konflik antar seteru pelaku usaha.

Read More

Startup Dilemma

jangan biarkan startup mati muda

Memang menjadi pertanyaan, ketika PHK sedang banyak terjadi di perusahaan-perusahaan nasional, banyak anak muda yang berbondong bergabung, atau mendirikan usaha rintisan. Menurut saya dorongan terjun ke startup lebih besar dari sekedar pekerjaan & uang. Ada idealisme yang diperjuangkan. Ada kesempatan berkembang yang ingin diraih.
Menarik untuk kita bahas. Usaha rintisan memang selalu ditanya: persoalan publik apa yg bantu dipecahkan, kontribusi mendasar apa yang bisa dilakukan dengan cara membuat ‘retakan’ di dalam bisnis? Kadang alasan-alasan itu yang membuat startupers bertahan, bukan uang dan stabilitas pendapatan. Energi perubahan, inovasi & kreasi memang ada di anak muda. Itu sebab pelaku usaha rintisan rata-rata belia.
Saya sempat bikin bahan berjudul “Startup Dilemma” utk dibagikan ke beberapa rekan yang sedang semangat berusaha. Ini yang akan coba saya urai di bagian tulisan berikutnya.

Read More

  • IMG_3152
5
_MG_9808

millenials, flipfunneling & mobile strategy (1)

11 Juni lalu saya diundang untuk berbagi di forum rutin Google Business Group (GBG) Chapter Jakarta. Meski nervous karena mengira forum ini terlalu “IT teknikal”, akhirnya saya diyakinkan oleh Hafiz Khairu Rizal (Manager GBG Jakarta) bahwa ‘angle’ materi bisa dari manapun. Saya bagikan general view dalam strategi ‘mobile’ sebuah bisnis, seraya mengawalinya dengan tren yang terjadi di sisi user, yaitu publik yang didominasi “MILLENIALS”, tren mobil app yang cenderung stagnan dari sisi jumlah unduhan, serta proyeksi solusi digital apa yang akan menarik untuk digeluti sampai 2020. Read More